Selasa, 01 Mei 2018

JASMERAH. Masih Percaya Trah Sukarno ???


Membahas trah Soekarno maka tidak akan bisa lepas dari sosok dedengkotnya yaitu Soekarno. Seluruh kekuatan trah Soekarno selalu meminjam nama besar Soekarno, baik itu dalam dunia politik, dunia pendidikan sampai sejarah. Tanpa menyandang nama Soekarno maka tidak mungkin seorang Megawati Kiemas bisa terpilih sebagai ketua PDI dan mendapat perlindungan Benny Moerdani untuk menjadi ketua PDI-P selama 20 tahun lebih dan bahkan pernah menjadi presiden Indonesia. Tanpa menyandang nama Soekarno, maka Guruh Soekarnoputra yang wajahnya paling mirip Soekarno tidak akan pernah terpilih menjadi anggota DPR dan lepas tanpa hukuman ketika selama menjadi anggota DPR tidak pernah bertugas dan terus makan gaji buta, begitu juga dengan Puti Guntur Soekarno tidak akan terpilih sebagai anggota DPR, dan lain sebagainya. Oleh karena itu tidak mengherankan bila seluruh keluarga Soekarno terus menerus berusaha membuat serangkaian propoganda bohong untuk mendewakan dan membesar-besarkan nama Soekarno.

Padahal bila berkaca dari sejarah dan terutama kesaksian dari orang-orang yang pernah mengenal Soekarno secara pribadi maka dapat diketahui bahwa walaupun kharisma Soekarno memang sangat besar dan dia memiliki kemampuan berorasi yang belum dapat dikalahkan oleh satu orang Indonesiapun sampai saat ini, namun Soekarno tidak sebesar dan sehebat yang digembar-gemborkan orang-orang. Satu-satunya kelebihan Soekarno adalah kemampuannya menarik hati rakyat dengan kekuatan orasi, akan tetapi di luar orasi itu sebenarnya Soekarno nyaris tidak berisi alias bohong besar. Benar Soekarno dikenal sebagai pencetus ajaran marhaenisme, akan tetapi nilai-nilai yang terkandung didalamnya sebenarnya adalah nilai-nilai budaya Jawa dan Soekarno hanya sekedar memformulasikan ulang dalam bahasa yang sederhana dan mudah dicerna rakyat kebanyakan, sedangkan tidak pernah ada petani bernama marhaen yang ditemukan oleh Soekarno sebab marhaenisme tidak lebih dari campur aduk antara paham komunis, marxisme, sosialisme dan mistis budaya Jawa.

Di dunia politik, Soekarno terkenal gila kekuasaan dan membunuh semua saingan politiknya yang berpotensi merebut kekuasaannya seperti Tan Malaka, Musso, Soetan Sjahrir dan lain sebagainya. Dalam hal kematian Soetan Sjahrir yang merupakan salah satu anggota trio Soekarno-Hatta-Sjahrir sangat tragis, dipenjara oleh Soekarno tanpa pengadilan dan tanpa diberi makan maupun minum sehingga dia harus minum air kencing sendiri sampai sekarat  bahkan obat-obatan yang dibawa isterinya dibuang oleh penjaganya. Dan baru atas permintaan Bung Hatta dan teman-teman Sjahrir, barulah Sjahrir dibebaskan dan dibawa ke luar negeri untuk mendapat perawatan medis dan sayangnya nyawa Sjahrir tidak dapat ditolong. Untung Mohammad Hatta dengan bijak mengundurkan diri, bila tidak mungkin nyawanya juga dalam bahaya. Selain itu cukup banyak lawan politik atau yang mengkritik Soekarno dipenjara tanpa  diadili sebagaimana menimpa bapak pers Indonesia, Mocthar Lubis dedengkot wartawan yang memiliki karakter dan nasionalisme jauh di atas Goenawan Mohamad.

Soekarno sebagai pemimpin adalah pemimpin yang sangat buruk dan sangat tidak efektif yang membuat rakyat Indonesia mati kelaparan. Sukarno juga yang menyuruh rakyat untuk makan tikus karena rakyat tidak mampu membeli sembako mengingat hiper inflasi yang mencapai 660%, sementara Soekarno terus hidup bermewah-mewah dengan para gundik-gundik dan istri-istri muda, dan bermain perang-perangan di luar negeri dan bahkan pernah terbersit niat untuk memproduksi senjata nuklir. Korupsi di masa Soekarno-pun sangat menggila yang utamanya dilakukan oleh orang-orang di PNI, partai bentukan Soekarno dan orang-orang PKI yang menjadi penyokong pemerintahannya.

Mengenai apa yang dinamakan "berdiri di atas kaki sendiri/berdikari" sebagaimana digembor-gemborkan oleh para fans Soekarno akhir-akhir ini juga jauh dari kenyataan. Benar Soekarno tidak bergantung kepada negara-negara barat seperti Amerika atau Inggris, akan tetapi Indonesia di zaman Soekarno jelas jauh dari berdikari, bagaimana tidak, kita sangat menggantungkan diri kepada Uni Soviet dan Republik Rakyat China, untuk keuangan negara, persenjataan, keamanan, posisi politik di dunia internasional dan lain sebagainya. Tanpa bantuan persenjataan dan keuangan dari Uni Soviet apakah Indonesia mampu mempersiapkan operasi Mandala yang dipimpin oleh Pak Harto dan menggetarkan Amerika itu? Tidak mungkin. Tanpa bantuan Republik Rakyat China yang mendorong partai komunis Singapura dan Malaysia membantu Indonesia, apakah kita mungkin berperang melawan Malaysia? Tidak mungkin. Tanpa RRC dan Soviet apakah mungkin AURI memiliki angkatan pesawat udara terkuat di Asia Tenggara saat itu? Mustahil. Bahkan untuk teknologi nuklir sekalipun seorang Soekarno harus meminta bantuan RRC, dan tentu tidak bisa dilupakan bantuan persenjataan berupa 10.000 pucuk senjata Chung hadiah Chou En-lai. Bila faktanya Indonesia tergantung pada uang, senjata dan ideologi blok Timur, apakah Soekarno masih dapat dianggap sebagai pemimpin yang mampu membawa Indonesia berdikari?

Sebagai suami dan ayah, Soekarno adalah bukan model panutan suami dan ayah yang ideal, dengan sembilan istri resmi dan puluhan bahkan ratusan gundik serta menelantarkan istri dan anak-anaknya tanpa bekal untuk masa depan karena terbuai oleh setiap istri baru. Dari Oetari Tjokroaminoto sampai Heldy Djafar selalu menderita karena sikap playboy dan mata keranjang dari Soekarno, bahkan ada salah satu gundik Jepang yang bunuh diri karena Soekarno menikah lagi padahal gundik Jepang tersebut sudah mengorbankan semuanya untuk Soekarno.

Jadi, sebagai manusia, Soekarno adalah panutan yang sangat buruk dan prestasi terbesarnya di bidang politik adalah membacakan Pengumuman Kemerdekaan dan menjadi presiden pertama. Karena menjadi presiden membutuhkan lebih dari sekedar kemampuan orasi, kharisma dan citra, maka tidak heran Soekarno yang hanya memiliki keahlian berorasi tidak mampu berbuat banyak untuk membangun Indonesia. Bahkan sikap mewek dan ketidak legowoan yang diperlihatkan Sukarno sesaat setelah MPRS yang diketuai AH Nasution mencabut mandatnya sebagai presiden semakin membuktikan betapa rapuhnya Sukarno.

Keturunan Soekarno yang sekarang membentuk trah Soekarno sama tidak berkualitasnya dengan Soekarno. Sudah sempat disebut bagaimana Guruh Soekarnoputra tidak menyesal karena menerima gaji buta dari DPR padahal gajinya berasal dari rakyat. Selain itu, anak Soekarno yang memiliki jabatan politik tertinggi saat ini, yaitu Megawati adalah pemimpin yang sangat buruk, penjual negara, diktator PDI-P karena sudah 20 tahun bertahta tapi menolak menyerahkan kepemimpinan pada orang lain dan menyingkirkan semua lawan politik, namun pada tahun 2014 nanti masih tidak tahu malu ingin mencalonkan dirinya lagi dengan mendompleng nama Jokowi setelah pada tahun 1996 dan 2002 terpilih menjadi ketua PDI dan Presiden Indonesia karena mendompleng nama Soekarno. Almarhum Taufik Kiemas ketika Megawati menjadi presiden sendiri terkenal sebagai "agen proyek" bagi kroni-kroni yang satu daerah dengannya, untung saat itu terdapat konsensus di kalangan tikus-tikus di DPR dan MPR untuk mempertahankan Megawati berapapun harganya termasuk dengan tidak mengungkit korupsi Taufik Kiemas, inipun tidak heran mengingat PDI-P adalah jelmaan PNI, partai paling korup di zaman Orde Lama bentukan Soekarno.

Selain itu dengan menyedihkan, Megawati masih terus menerus mengandalkan nama ayahnya untuk meningkatkan posisi politiknya. Setiap saat apapun situasinya selalu dimanfaatkan untuk bercerita mengenai "kehebatan Soekarno", termasuk bahkan ketika ditanya pendapatnya terkait wafatnya Nelson Mandela. Apa hubungan Soekarno dengan Nelson Mandela coba? Nyaris tidak ada kecuali Indonesia zaman Soekarno adalah pengagas gerakan non-blok yang mana sudah ditinggalkan Soekarno sendiri dengan membawa Indonesia ke arah blok komunis RRC dan Uni Soviet sedangkan Afrika Selatan adalah anggota gerakan non-blok, itupun Nelson Mandela memiliki hubungan personal yang sangat dekat kepada Pak Harto bukan kepada Soekarno.

Jadi, setelah melihat fakta-fakta di atas sebenarnya sangat luar biasa apabila masih ada orang yang percaya pada "trah Soekarno".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar