Membahas
trah Soekarno maka tidak akan bisa lepas dari sosok dedengkotnya yaitu Soekarno. Seluruh
kekuatan trah Soekarno selalu meminjam nama besar Soekarno, baik itu dalam dunia
politik, dunia pendidikan sampai sejarah. Tanpa menyandang nama Soekarno maka
tidak mungkin seorang Megawati Kiemas bisa terpilih sebagai ketua PDI dan mendapat
perlindungan Benny Moerdani untuk menjadi ketua PDI-P selama 20 tahun lebih dan
bahkan pernah menjadi presiden Indonesia. Tanpa menyandang nama Soekarno, maka
Guruh Soekarnoputra yang wajahnya paling mirip Soekarno tidak akan pernah terpilih
menjadi anggota DPR dan lepas tanpa hukuman ketika selama menjadi anggota DPR
tidak pernah bertugas dan terus makan gaji buta, begitu juga dengan Puti Guntur
Soekarno tidak akan terpilih sebagai anggota DPR, dan lain sebagainya. Oleh karena
itu tidak mengherankan bila seluruh keluarga Soekarno terus menerus berusaha membuat
serangkaian propoganda bohong untuk mendewakan dan membesar-besarkan nama Soekarno.
Padahal bila
berkaca dari sejarah dan terutama kesaksian dari orang-orang yang pernah mengenal
Soekarno secara pribadi maka dapat diketahui bahwa walaupun kharisma Soekarno
memang sangat besar dan dia memiliki kemampuan berorasi yang belum dapat
dikalahkan oleh satu orang Indonesiapun sampai saat ini, namun Soekarno tidak
sebesar dan sehebat yang digembar-gemborkan orang-orang. Satu-satunya kelebihan
Soekarno adalah kemampuannya menarik hati rakyat dengan kekuatan orasi, akan
tetapi di luar orasi itu sebenarnya Soekarno nyaris tidak berisi alias bohong besar. Benar
Soekarno dikenal sebagai pencetus ajaran marhaenisme, akan tetapi nilai-nilai
yang terkandung didalamnya sebenarnya adalah nilai-nilai budaya Jawa dan
Soekarno hanya sekedar memformulasikan ulang dalam bahasa yang sederhana dan
mudah dicerna rakyat kebanyakan, sedangkan tidak pernah ada petani bernama
marhaen yang ditemukan oleh Soekarno sebab marhaenisme tidak lebih dari campur
aduk antara paham komunis, marxisme, sosialisme dan mistis budaya Jawa.
Di dunia
politik, Soekarno terkenal gila kekuasaan dan membunuh semua saingan politiknya
yang berpotensi merebut kekuasaannya seperti Tan Malaka, Musso, Soetan Sjahrir
dan lain sebagainya. Dalam hal kematian Soetan Sjahrir yang merupakan salah
satu anggota trio Soekarno-Hatta-Sjahrir sangat tragis, dipenjara oleh Soekarno
tanpa pengadilan dan tanpa diberi makan maupun minum sehingga dia harus minum
air kencing sendiri sampai sekarat bahkan obat-obatan yang dibawa isterinya dibuang oleh penjaganya. Dan baru atas permintaan Bung Hatta dan teman-teman
Sjahrir, barulah Sjahrir dibebaskan dan dibawa ke luar negeri untuk mendapat
perawatan medis dan sayangnya nyawa Sjahrir tidak dapat ditolong. Untung
Mohammad Hatta dengan bijak mengundurkan diri, bila tidak mungkin nyawanya juga
dalam bahaya. Selain itu cukup banyak lawan politik atau yang mengkritik
Soekarno dipenjara tanpa diadili
sebagaimana menimpa bapak pers Indonesia, Mocthar Lubis dedengkot wartawan yang
memiliki karakter dan nasionalisme jauh di atas Goenawan Mohamad.
Soekarno
sebagai pemimpin adalah pemimpin yang sangat buruk dan sangat tidak efektif yang membuat
rakyat Indonesia mati kelaparan. Sukarno juga yang menyuruh rakyat untuk makan tikus karena rakyat
tidak mampu membeli sembako mengingat hiper inflasi yang mencapai 660%,
sementara Soekarno terus hidup bermewah-mewah dengan para gundik-gundik dan
istri-istri muda, dan bermain perang-perangan di luar negeri dan bahkan pernah
terbersit niat untuk memproduksi senjata nuklir. Korupsi di masa Soekarno-pun
sangat menggila yang utamanya dilakukan oleh orang-orang di PNI, partai
bentukan Soekarno dan orang-orang PKI yang menjadi penyokong pemerintahannya.
Mengenai apa
yang dinamakan "berdiri di atas kaki sendiri/berdikari" sebagaimana
digembor-gemborkan oleh para fans Soekarno akhir-akhir ini juga jauh dari
kenyataan. Benar Soekarno tidak bergantung kepada negara-negara barat seperti
Amerika atau Inggris, akan tetapi Indonesia di zaman Soekarno jelas jauh dari
berdikari, bagaimana tidak, kita sangat menggantungkan diri kepada Uni Soviet
dan Republik Rakyat China, untuk keuangan negara, persenjataan, keamanan,
posisi politik di dunia internasional dan lain sebagainya. Tanpa bantuan
persenjataan dan keuangan dari Uni Soviet apakah Indonesia mampu mempersiapkan
operasi Mandala yang dipimpin oleh Pak Harto dan menggetarkan Amerika itu?
Tidak mungkin. Tanpa bantuan Republik Rakyat China yang mendorong partai
komunis Singapura dan Malaysia membantu Indonesia, apakah kita mungkin
berperang melawan Malaysia? Tidak mungkin. Tanpa RRC dan Soviet apakah mungkin
AURI memiliki angkatan pesawat udara terkuat di Asia Tenggara saat itu?
Mustahil. Bahkan untuk teknologi nuklir sekalipun seorang Soekarno harus
meminta bantuan RRC, dan tentu tidak bisa dilupakan bantuan persenjataan berupa
10.000 pucuk senjata Chung hadiah Chou En-lai. Bila faktanya Indonesia
tergantung pada uang, senjata dan ideologi blok Timur, apakah Soekarno masih
dapat dianggap sebagai pemimpin yang mampu membawa Indonesia berdikari?
Sebagai
suami dan ayah, Soekarno adalah bukan model panutan suami dan ayah yang ideal,
dengan sembilan istri resmi dan puluhan bahkan ratusan gundik serta
menelantarkan istri dan anak-anaknya tanpa bekal untuk masa depan karena
terbuai oleh setiap istri baru. Dari Oetari Tjokroaminoto sampai Heldy Djafar
selalu menderita karena sikap playboy dan mata keranjang dari Soekarno, bahkan
ada salah satu gundik Jepang yang bunuh diri karena Soekarno menikah lagi
padahal gundik Jepang tersebut sudah mengorbankan semuanya untuk Soekarno.
Jadi,
sebagai manusia, Soekarno adalah panutan yang sangat buruk dan prestasi
terbesarnya di bidang politik adalah membacakan Pengumuman Kemerdekaan dan
menjadi presiden pertama. Karena menjadi presiden membutuhkan lebih dari
sekedar kemampuan orasi, kharisma dan citra, maka tidak heran Soekarno yang
hanya memiliki keahlian berorasi tidak mampu berbuat banyak untuk membangun
Indonesia. Bahkan sikap mewek dan ketidak legowoan yang diperlihatkan Sukarno sesaat setelah MPRS yang diketuai AH Nasution mencabut mandatnya sebagai presiden semakin membuktikan betapa rapuhnya Sukarno.
Keturunan
Soekarno yang sekarang membentuk trah Soekarno sama tidak berkualitasnya dengan
Soekarno. Sudah sempat disebut bagaimana Guruh Soekarnoputra tidak menyesal
karena menerima gaji buta dari DPR padahal gajinya berasal dari rakyat. Selain
itu, anak Soekarno yang memiliki jabatan politik tertinggi saat ini, yaitu
Megawati adalah pemimpin yang sangat buruk, penjual negara, diktator PDI-P
karena sudah 20 tahun bertahta tapi menolak menyerahkan kepemimpinan pada orang
lain dan menyingkirkan semua lawan politik, namun pada tahun 2014 nanti masih
tidak tahu malu ingin mencalonkan dirinya lagi dengan mendompleng nama Jokowi
setelah pada tahun 1996 dan 2002 terpilih menjadi ketua PDI dan Presiden
Indonesia karena mendompleng nama Soekarno. Almarhum Taufik Kiemas ketika Megawati
menjadi presiden sendiri terkenal sebagai "agen proyek" bagi
kroni-kroni yang satu daerah dengannya, untung saat itu terdapat konsensus di
kalangan tikus-tikus di DPR dan MPR untuk mempertahankan Megawati berapapun
harganya termasuk dengan tidak mengungkit korupsi Taufik Kiemas, inipun tidak
heran mengingat PDI-P adalah jelmaan PNI, partai paling korup di zaman Orde
Lama bentukan Soekarno.
Selain itu
dengan menyedihkan, Megawati masih terus menerus mengandalkan nama ayahnya
untuk meningkatkan posisi politiknya. Setiap saat apapun situasinya selalu
dimanfaatkan untuk bercerita mengenai "kehebatan Soekarno", termasuk
bahkan ketika ditanya pendapatnya terkait wafatnya Nelson Mandela. Apa hubungan
Soekarno dengan Nelson Mandela coba? Nyaris tidak ada kecuali Indonesia zaman
Soekarno adalah pengagas gerakan non-blok yang mana sudah ditinggalkan Soekarno
sendiri dengan membawa Indonesia ke arah blok komunis RRC dan Uni Soviet
sedangkan Afrika Selatan adalah anggota gerakan non-blok, itupun Nelson Mandela
memiliki hubungan personal yang sangat dekat kepada Pak Harto bukan kepada
Soekarno.
Jadi, setelah melihat
fakta-fakta di atas sebenarnya sangat luar biasa apabila masih ada orang yang
percaya pada "trah Soekarno".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar